Opini Pendek

Opini

Kurasa kita sedang mengalami dilema saat ini. Di satu sisi kita menghendaki pembangunan, di satu sisi lain kita menginginkan alam kita terjaga. Mari kesampingkan ketimpangan, kurasa jika kita menginginkan sesuatu kita harus siap mengorbankan sesuatu yang lain, artinya harus ada harga yang dibayar.

Kebanyakan orang tidak sadar/menolak untuk menerima kenyataan bahwa kita merupakan salah satu "penjahat" yang ikut serta memberikan dampak tersebut. Kita selalu menyalahkan penjahat yang lebih berkuasa, yaitu pemerintah. Memang benar bahwa ada yang salah dalam pengelolan kebijakan pertambangan dan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mengatasi hal tersebut. Tetapi kita jangan lupa dengan fakta bahwa kita adalah konsumen utama dari "tindak kejahatan" pemerintah, karena kita lah yang menuntut kemajuan dan kemudahan akses terhadap kebutuhan hidup yang tenaga utamanya adalah sumber daya alam kita sendiri. Bayangkan saja berapa banyak barang elektronik yang ada di rumah kita saat ini, dan pernahkah kita berpikir darimana semua tenaga listrik itu kita dapat.

Tidak ada satupun barang di rumah kita yang bukan berasal dari alam kita sendiri, semuanya mempunyai asal muasal. Kita sebagai masyarakat harus lah kritis terhadap pemerintah, dan juga bijak dalam menkritisi masalah lingkungan saat ini. Tetapi kita harus sadar bahwa, sampai alternatif lain belum ditemukan, maka inilah harga yang harus kita bayar. PR kita sekarang adalah bagaimana menjaga dan mengelola sumber daya alam saat ini agar awet sampai ke generasi selanjutnya, sampai dimana kita menemukan alternatif yang lebih baik.

Comments